Tips Merawat Mobil Saat Hujan agar Bebas Karat
Genangan air keruh di jalanan berlubang sering menyisakan kotoran membandel di bodi kendaraan. Menjalankan tips merawat mobil saat hujan secara tepat membantu bodi kendaraan tetap mulus dan komponen mekanis awet.
Air hujan di perkotaan punya tingkat keasaman yang cukup tinggi. Kandungan asam ini bercampur debu jalanan, lalu menempel di celah sempit engsel pintu hingga kolong roda.
Kotoran yang dibiarkan berhari-hari perlahan memicu jamur kaca hingga titik karat. Perawatan sederhana setelah pulang ke rumah bisa meminimalkan risiko kerusakan yang memakan biaya besar.
Daftar Isi
- Bilas Air Bersih Setelah Menerobos Genangan
- Periksa Kondisi Karet Wiper dan Tabung Washer
- Cek Ketebalan Alur Ban dan Tekanan Angin
- Bersihkan Kolong Mobil untuk Menghalau Korosi
- Jaga Kabin Tetap Kering agar Bebas Bau Apek
- Pertanyaan Seputar Tips Merawat Mobil saat Hujan
- Bolehkah mobil yang terkena air hujan dibiarkan kering sendiri di garasi?
- Berapa lama umur pemakaian karet wiper sebelum perlu diganti?
- Bagaimana cara cepat menghilangkan embun di kaca dalam mobil saat hujan lebat?
Bilas Air Bersih Setelah Menerobos Genangan
Langkah paling pertama setelah mobil masuk garasi adalah membilas seluruh bodi dengan air bersih dari selang. Jangan langsung mengusap permukaan cat dengan spons atau busa sebelum debu kasar luruh.
Pasir halus yang menempel pada lapisan cat bisa menjadi amplas alami saat ditekan dengan kain. Akibatnya, permukaan pernis muncul baret halus mirip jaring laba-laba saat terkena sorot lampu jalan.
Semprot bagian kolong dan celah sepatbor sampai air yang menetes terlihat jernih. Keringkan seluruh bodi menggunakan lap microfiber berdaya serap tinggi, mulai dari atap, kaca, kap mesin, hingga bagian bawah pintu.
Baca Juga: Cara Merawat Lampu Mobil agar Bening dan Terang Maksimal
Periksa Kondisi Karet Wiper dan Tabung Washer
Karet wiper yang mengeras membuat sapuan air di kaca depan tidak merata. Garis-garis air yang tertinggal menghalangi pandangan pengemudi, terutama saat melintas di jalan tol malam hari.
Angkat bilah wiper dan raba permukaan karetnya dengan ujung jari. Bila karet terasa kaku, pecah-pecah, atau terdengar suara decit kasar saat dioperasikan, segera ganti dengan bilah baru.
Karet wiper pengganti berukuran standar biasanya dijual mulai dari 40 ribu sampai 150 ribu rupiah per pasang di toko suku cadang.
Isi tabung washer dengan air bersih yang dicampur sedikit cairan pembersih kaca mobil. Cairan ini membantu melarutkan lapisan minyak dari asap knalpot truk yang kerap menempel di kaca depan.
Cek Ketebalan Alur Ban dan Tekanan Angin
Telapak ban menjadi satu-satunya titik kontak antara kendaraan dengan aspal yang basah licin. Alur ban yang masih tebal bertugas membuang genangan air ke samping agar roda tidak melayang di atas permukaan air.
Fenomena melayang ini biasa disebut aquaplaning, kondisi saat roda kehilangan traksi penuh secara mendadak.
Baca Juga: Cara Merawat AC Mobil agar Tetap Dingin dan Awet
Bawa mobil ke bengkel atau toko ban terdekat untuk berkonsultasi dengan teknisi bila telapak ban sudah mendekati tonjolan tanda batas keausan atau timbul getaran aneh pada kemudi.
Pertahankan tekanan angin sesuai stiker petunjuk di pilar pintu pengemudi, rata-rata antara 30 sampai 34 psi. Tekanan angin yang kurang membuat alur ban tertekuk ke dalam, sehingga kemampuan membelah genangan air berkurang drastis.
Bersihkan Kolong Mobil untuk Menghalau Korosi
Lumpur basah yang menempel pada sasis mobil menahan kelembapan dalam waktu lama. Kelembapan tinggi yang terperangkap di celah besi memicu proses oksidasi penyebab keropos.
Semprot bagian kolong dengan air bertekanan sedang sebulan dua kali. Kalau di rumah tidak ada mesin cuci jet cleaner, bawa mobil ke tempat cuci mobil hidrolik yang ongkosnya berkisar antara 45 ribu sampai 70 ribu rupiah.
Perhatikan juga celah karet boot as roda dan selang rem dekat tromol. Tumpukan pasir kasar yang bergesekan dengan karet pelindung bisa merobek boot dan membuat pelumas as roda bocor keluar.
Baca Juga: Tips Merawat Wiper Mobil agar Kaca Tetap Bersih
Jaga Kabin Tetap Kering agar Bebas Bau Apek
Alas kaki yang basah kuyup membawa lumpur dan air masuk ke atas karpet interior. Ruang kabin yang lembap dan tertutup rapat memicu pertumbuhan spora jamur penyebab bau apak menusuk hidung.
Ganti karpet bahan beludru dengan karpet karet cetak saat musim basah tiba. Karpet karet jauh lebih mudah diangkat, disiram air, lalu dilap sampai kering sebelum dipasang kembali ke lantai mobil.
- Angkat karpet tambahan dan jemur di tempat teduh berangin sampai benar-benar kering.
- Letakkan sekotak karbon aktif atau gel penyerap lembap seharga 15 ribu sampai 30 ribu rupiah di bawah jok penumpang depan.
Nyalakan pendingin kabin pada suhu normal saat berkendara menembus cuaca buruk. Mengarahkan hembusan udara AC ke kaca depan dapat membantu melenyapkan kabut tipis di kaca samping.
Pertanyaan Seputar Tips Merawat Mobil saat Hujan
Bolehkah mobil yang terkena air hujan dibiarkan kering sendiri di garasi?
Air hujan mengandung asam dan mineral yang bila mengering sendiri akan meninggalkan bercak water spot atau jamur kaca membandel. Minimal bilas bodi dengan air kran bersih lalu keringkan memakai kain lap microfiber.
Berapa lama umur pemakaian karet wiper sebelum perlu diganti?
Karet wiper umumnya bertahan antara 6 sampai 12 bulan tergantung intensitas parkir di bawah terik matahari. Bila sapuan air mulai bergaris atau menimbulkan bunyi decit berderit, sebaiknya bilah wiper lekas diganti.
Bagaimana cara cepat menghilangkan embun di kaca dalam mobil saat hujan lebat?
Nyalakan AC dan arahkan ventilasi ke arah kaca depan, jangan matikan pendingin kabin saat hujan karena perbedaan suhu luar dan dalam akan membuat kaca makin berembun pekat. Pastikan mode sirkulasi udara luar ditutup rapat.