Cara Menjaga Kesehatan Rambut agar Bebas Lepek dan Rontok
Rambut lepek setelah beraktivitas seharian di bawah terik matahari tentu membuat penampilan kurang maksimal. Perawatan mahkota kepala bukan sekadar urusan estetika, melainkan juga bagian dari menjaga kesehatan rambut secara menyeluruh. Masalah seperti ketombe basah atau helai yang patah saat disisir, bisa menjadi sinyal bahwa kulit kepala sedang tidak baik-baik saja.
Perubahan kecil dalam rutinitas harian bisa membawa dampak besar pada kekuatan rambut. Tanpa perlu perawatan mahal ke salon setiap akhir pekan, langkah mandiri di rumah pun sudah cukup membantu. Mari bedah beberapa langkah praktis yang bisa langsung diterapkan mulai hari ini.
Daftar Isi
- Frekuensi Keramas yang Sesuai Jenis Kulit Kepala
- Nutrisi dari Dalam Memengaruhi Kekuatan Akar Rambut
- Pilih Sampo dan Kondisioner dengan Cermat
- Kebiasaan Sepele yang Merusak Batang Rambut
- Lindungi Rambut dari Paparan Suhu Tinggi
- Gunakan Sisir Berigi Jarang Saat Rambut Basah
- Pertanyaan Seputar Tips Menjaga Kesehatan Rambut
- Kenapa rambut tetap lepek padahal sudah keramas setiap hari?
- Apakah keramas pakai air hangat bisa bikin rambut rontok?
- Bagaimana cara mengatasi rambut yang bercabang tanpa harus dipotong?
Frekuensi Keramas yang Sesuai Jenis Kulit Kepala
Pemilik kulit kepala berminyak mungkin perlu mencuci rambut setiap hari, terutama setelah berkendara menggunakan helm ojek online di siang hari yang panas. Kotoran dan keringat yang bercampur minyak berisiko menyumbat folikel rambut jika dibiarkan terlalu lama.
Tindakan menyamakan jadwal keramas semua orang adalah kekeliruan yang sering terjadi.
Sebaliknya, pemilik rambut kering cukup keramas sekitar dua hingga tiga kali seminggu. Kebiasaan membasuh rambut terlalu sering justru mengikis minyak alami, sehingga batang rambut menjadi kasar dan gampang patah. Gunakan air hangat kuku untuk meluruhkan kotoran, lalu bilas dengan air dingin agar kutikula rambut tertutup kembali.
Baca Juga: Cara Mengatasi Pori Pori Besar Agar Wajah Lebih Halus
Nutrisi dari Dalam Memengaruhi Kekuatan Akar Rambut
Makanan yang masuk ke tubuh mengalirkan zat gizi langsung ke folikel rambut melalui pembuluh darah.
Kekurangan asupan protein dapat menyebabkan rambut tumbuh lebih lambat dan terasa tipis. Konsumsi telur rebus atau tahu goreng tiap minggu membantu memenuhi kebutuhan zat besi dan oksigen ke kulit kepala. Jika kerontokan terasa makin parah hingga muncul kebotakan di beberapa area, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pilih Sampo dan Kondisioner dengan Cermat
Hindari memilih produk pembersih, hanya karena aromanya yang harum atau kemasannya yang estetik. Kebiasaan membaca label komposisi di balik botol sampo sebelum membeli adalah langkah bijak untuk menghindari bahan yang terlalu keras.
Bahan pembersih seperti sodium lauryl sulfate atau SLS terkadang terlalu kuat bagi pemilik kulit kepala sensitif. Zat pembersih kimia ini berpotensi membuat kulit kepala terasa gatal dan mengelupas.
Gunakan kondisioner hanya pada bagian tengah hingga ujung rambut guna menghindari kulit kepala menjadi lepek. Produk pelembap ini bertugas menutup kelembapan yang hilang akibat paparan sabun keramas. Biarkan kondisioner meresap selama kira-kira dua menit sebelum dibilas hingga bersih tanpa ada sisa licin.
Baca Juga: Cara Mengatasi Jerawat Secara Alami dan Ampuh Tanpa Bikin Kulit Rusak
Kebiasaan Sepele yang Merusak Batang Rambut
Proses mengeringkan rambut dengan cara menggosoknya kuat-kuat menggunakan handuk kasar bisa merusak lapisan luar rambut. Helaian rambut basah berada dalam kondisi paling rapuh. Cukup tepuk-tepuk rambut secara lembut dengan handuk berbahan mikrofiber atau kaus katun bekas yang bertekstur halus.
Kurangi juga kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang dengan karet gelang biasa. Tarikan yang terus-menerus bisa memicu kerontokan di area garis rambut depan. Sebagai alternatif, pakailah ikat rambut berbahan satin yang lebih licin dan tidak menjambak helai rambut saat dilepas.
Lindungi Rambut dari Paparan Suhu Tinggi
Pemakaian alat penata rambut seperti catokan atau pengering setiap pagi tanpa pelindung bisa membuat rambut cepat bercabang. Suhu panas yang ekstrem menguapkan kelembapan alami di dalam korteks rambut.
Sebelum menata rambut, semprotkan produk pelindung panas atau vitamin rambut terlebih dahulu hingga merata. Suhu catokan sebaiknya diatur di bawah 180 derajat Celsius agar tidak merusak keratin rambut. Jika terpaksa menggunakan pengering rambut, jaga jarak sekitar 15 sentimeter dari kepala.
Baca Juga: Tips Skincare untuk Pemula yang Bikin Wajah Glowing Maksimal
Gunakan Sisir Berigi Jarang Saat Rambut Basah
Kebiasaan menyisir rambut segera setelah mandi sebaiknya dihindari jika ingin membantu mengurangi kerontokan. Gunakan sisir berigi jarang untuk mengurai kusut dari bagian ujung rambut terlebih dahulu dengan lembut. Sikat rambut berbulu rapat hanya akan menarik akar rambut hingga patah saat helaian masih basah.
Mulailah menyisir dari bawah, lalu bertahap naik ke dekat kulit kepala. Langkah ini meminimalkan tarikan pada batang rambut yang rapuh.
Pertanyaan Seputar Tips Menjaga Kesehatan Rambut
Kenapa rambut tetap lepek padahal sudah keramas setiap hari?
Kulit kepala yang terlalu sering dicuci justru akan memproduksi minyak lebih banyak untuk menggantikan kelembapan yang hilang. Coba kurangi frekuensi keramas menjadi dua hari sekali dan hindari penggunaan kondisioner pada kulit kepala.
Apakah keramas pakai air hangat bisa bikin rambut rontok?
Air hangat dengan suhu terlalu tinggi dapat melarutkan minyak alami pelindung batang rambut, sehingga akar rambut menjadi lemah dan mudah rontok. Sebaiknya gunakan air bersuhu suam-suam kuku saat keramas, lalu bilas dengan air dingin.
Bagaimana cara mengatasi rambut yang bercabang tanpa harus dipotong?
Rambut bercabang yang sudah parah umumnya sulit disatukan kembali seperti semula. Namun, kerusakan bisa dikurangi dengan rutin mengoleskan minyak kelapa atau argan oil di ujung rambut sebelum tidur, serta mengurangi pemakaian alat catok bersuhu panas.