Cara Merawat Rem Mobil agar Awet dan Selalu Pakem
Bunyi decit halus saat menekan pedal rem di tengah kemacetan jalan tol sering diabaikan begitu saja. Padahal, gesekan tipis itu menandakan adanya kompromi pada keselamatan berkendara harian.
Perawatan rem mobil secara rutin dapat membantu mencegah kerusakan parah pada piringan cakram. Langkah pencegahan ini juga bikin kantong lebih tenang, karena pemilik mobil terhindar dari biaya perbaikan mendadak saat jadwal servis berkala.
Daftar Isi
- Pemeriksaan Minyak Rem dan Tabung Reservoir
- Bunyi Aneh Menandakan Kampas Rem Mulai Tipis
- Bersihkan Debu Kampas dengan Semprotan Khusus
- Kebiasaan Mengemudi yang Memengaruhi Kemampuan Cengkeram
- Keringkan Komponen Pengereman Setelah Melintasi Genangan Air
- Pertanyaan Seputar Cara Merawat Rem Mobil
- Berapa kilometer sekali minyak rem mobil harus diganti?
- Apa tanda kampas rem mobil sudah habis?
- Bolehkah menyiram piringan rem mobil dengan air saat panas?
Pemeriksaan Minyak Rem dan Tabung Reservoir
Volume cairan di dalam tabung penyimpan perlu dipantau seminggu sekali sebelum bepergian. Penurunan volume minyak secara tidak wajar mengindikasikan kebocoran pada selang fleksibel, atau kampas rem yang telah aus melampaui batas aman.
Buka kap mesin saat posisi kendaraan berada di permukaan rata dan mesin dalam kondisi dingin. Perhatikan garis batas minimum dan maksimum pada dinding tabung transparan penyimpan cairan. Kalau posisi cairan berada di dekat garis bawah, segera tambahkan minyak sesuai spesifikasi standar pabrik.
Minyak rem dengan spesifikasi DOT 3 atau DOT 4 umum dipakai pada kendaraan harian di Indonesia dan dijual di toko suku cadang seharga Rp35.000 sampai Rp85.000 per botol. Perhatikan juga warna cairannya. Warna bening agak kekuningan menandakan kondisinya masih layak, sedangkan warna cokelat keruh menunjukkan adanya resapan molekul air.
Baca Juga: 7 Tips Merawat Mobil Bekas agar Selalu Prima dan Bebas Rewel
Bunyi Aneh Menandakan Kampas Rem Mulai Tipis
Gesekan antar komponen logam biasanya menimbulkan suara mendesis atau decitan nyaring saat pedal ditekan tipis. Bunyi nyaring tersebut berasal dari gesekan pelat indikator kecil, yang sengaja dirancang pabrikan untuk menyentuh cakram saat ketebalan kampas tersisa kurang dari 2 milimeter.
Kelalaian pada tanda awal ini memicu goresan mendalam pada piringan cakram akibat gesekan besi dudukan kampas. Piringan dengan baret halus masih bisa diperbaiki lewat proses bubut seharga kira-kira Rp100.000 per roda. Namun, piringan yang sudah tergerus dalam harus diganti baru. Kampas rem pengganti untuk mobil keluarga biasa dijual pada kisaran Rp200.000 hingga Rp600.000 per pasang.
Penggantian kampas sebaiknya dilakukan di bengkel resmi atau montir terpercaya kalau injakan pedal terasa membal atau terlampau dalam saat ditekan.
Bersihkan Debu Kampas dengan Semprotan Khusus
Kotoran sisa gesekan kampas yang menumpuk di velg dan kaliper sering menghambat pelepasan panas alami. Penumpukan debu pekat ini menyebabkan respons pengereman terasa lebih keras dan mengurangi kepakeman saat mobil melaju cepat.
Lepas roda kendaraan saat melakukan perawatan di rumah. Langkah ini penting untuk menjangkau seluruh area kaliper. Selanjutnya, semprotkan cairan pembersih rem khusus hingga merata ke permukaan piringan dan sela kaliper sampai kotoran hitam luntur. Hindari penyemprotan air dingin bertekanan saat komponen masih panas agar piringan besi tidak melengkung.
Botol pembersih rem berukuran 500 ml ini mudah ditemukan di aplikasi toko online dengan harga mulai dari Rp45.000 sampai Rp90.000.
Baca Juga: Cara Merawat Interior Mobil agar Selalu Kinclong dan Bebas Bau Apek
Lakukan pembersihan ini setiap jarak tempuh mencapai 10.000 kilometer atau bersamaan dengan jadwal rotasi ban harian.
Kebiasaan Mengemudi yang Memengaruhi Kemampuan Cengkeram
Gaya berkendara saat menembus lajur luar kota berimbas langsung pada masa pakai seluruh sistem pengereman. Kebiasaan menahan pedal rem terus-menerus saat melewati jalur pegunungan atau turunan panjang bikin komponen mengalami suhu tinggi yang berlebihan.
Gunakan gigi rendah untuk memanfaatkan efek penurunan kecepatan dari mesin saat melintasi jalan menurun tajam. Langkah sederhana ini membagi beban penahanan kecepatan antara mesin dan komponen rem. Hindari pula kebiasaan mengistirahatkan kaki di atas pedal rem saat laju mobil sedang konstan di jalan lurus.
Gaya mengemudi yang lebih halus dalam menghentikan laju kendaraan dapat memperpanjang umur kampas hingga 40.000 kilometer. Sebaliknya, kebiasaan mengerem mendadak di tengah kemacetan perkotaan akan menipiskan lapisan kampas hanya dalam jarak tempuh 20.000 kilometer.
Keringkan Komponen Pengereman Setelah Melintasi Genangan Air
Musim hujan menyebabkan beberapa ruas jalan tergenang air yang terpaksa diterobos kendaraan. Air banjir atau genangan dalam yang mengenai piringan meninggalkan lapisan basah yang menempel sementara di antara kampas dan cakram.
Baca Juga: Cara Menghemat Bahan Bakar yang Terbukti Ampuh Bikin Dompet Tebal
Injak pedal gas pelan-pelan setelah berhasil melintasi genangan air. Tekan pedal rem secara halus beberapa kali sambil kendaraan tetap melaju pelan untuk menghasilkan panas gesekan. Panas yang timbul akan menguapkan sisa air yang terjebak di dalam kaliper sehingga daya cengkeram kembali bekerja normal.
Periksa pula ketebalan alur ban tiap bulan karena karet ban yang gundul membuat daya cengkeram rem tidak berbekas saat melintasi jalanan basah.
Pertanyaan Seputar Cara Merawat Rem Mobil
Berapa kilometer sekali minyak rem mobil harus diganti?
Minyak rem sebaiknya diganti total setiap 40.000 kilometer atau sekitar dua tahun sekali. Seiring waktu, cairan ini menyerap kelembapan udara yang menurunkan titik didihnya dan memicu karat pada komponen bagian dalam master rem.
Apa tanda kampas rem mobil sudah habis?
Indikasi utama meliputi timbulnya suara decitan besi saat pedal ditekan, pijakan pedal rem yang terasa semakin dalam, serta penurunan level cairan di tabung penyimpan. Jika dibiarkan, piringan cakram bisa tergores dan membutuhkan biaya bubut kira-kira Rp100.000 per roda.
Bolehkah menyiram piringan rem mobil dengan air saat panas?
Penyiraman air dingin pada piringan cakram yang masih panas tidak disarankan, karena perubahan suhu mendadak dapat mengakibatkan besi cakram melengkung. Kondisi cakram yang melengkung akan menyebabkan getaran pada kemudi saat mobil direm pada kecepatan tinggi.