Apakah kalian pernah memikirkan bagaimana perawatan gigi yang tepat bisa membantu karir? Mulai dari penampilan dan rasa percaya diri saat wawancara, hingga ketika mulai bekerja. Lebih jauh lagi, mimik wajah saat bekerja juga bisa mempengaruhi kehidupan sosial dengan rekan kerja.

Seseorang yang murah senyum bisa dengan mudah bersosialisasi di mana saja. Keberhasilan membangun jaringan yang luas adalah kunci membangun karir yang kuat dengan penuh percaya diri.

Perawatan Gigi untuk Senyum dan Rasa Percaya Diri

1. Senyum Dengan Penuh Rasa Percaya Diri

Menurut para ahli psikologi, tersenyum adalah salah satu cara berkomunikasi tanpa bicara yang cukup efektif. Kalian bisa memberikan kesan percaya diri dan juga ramah, bahkan membalik kesan awal sebelum tersenyum. Selain itu, tersenyum juga bisa membuat kalian merasa lebih santai dalam menghadapi lawan bicara.

Senyuman yang penuh percaya diri merupakan satu keharusan di dunia kerja. Ini tidak terbatas pada resepsionis ataupun mereka yang harus sering bertemu dengan banyak orang. Kalian hanya butuh satu senyum untuk bisa bersosialisasi dengan rekan kerja dan kolega.

Tentunya, untuk mendapatkan senyuman yang indah, kalian perlu merawat gigi dengan baik. Kalian juga bisa melakukan perawatan lain seperti scaling dan veneer agar senyuman terlihat lebih menawan.

2. Bagaimana Senyuman bisa Membantu Karir

Selain untuk berkomunikasi dengan kolega, senyuman yang penuh percaya diri juga sangat membantu saat presentasi baik ke atasan ataupun ke pihak luar. Bukan tidak mungkin senyuman yang diberikan jadi salah satu hal yang paling diingat dari presentasi tersebut.

Kesan percaya diri yang diberikan juga bisa mendorong kalian untuk bekerja lebih keras dan memberikan hasil yang lebih baik. Memang, perubahan ini tidak langsung mengubah jenjang karir yang ada. Tapi, ini bisa membuka jalan ke kesempatan baru yang belum terpikir sebelumnya.

Dari sisi lawan bicara, senyuman juga memberikan sinyal keterbukaan dan keramahan. Kalian akan dianggap lebih terbuka, mau belajar, dan menyukai pekerjaan ketika menyelipkan senyuman saat berbicara.

3. Perbaiki dengan Bantuan Kawat Gigi

Walau terdengar mudah, tapi tersenyum juga bisa jadi hal yang merepotkan. Kalian mungkin memiliki masalah seperti gigi bertumpuk yang mempengaruhi penampilan. Tapi, kalian bisa memperbaiki masalah ini dengan bantuan kawat gigi atau braces.

Fungsi utama dari perawatan ini adalah untuk mengarahkan pertumbuhan gigi sehingga jadi lebih rapi. Tentu saja,  ini akan mempengaruhi bagaimana kalian tersenyum. Banyak orang yang menggunakan kawat gigi agar bisa tersenyum lebar.

Perlu diingat bahwa menggunakan kawat gigi akan mempengaruhi cara kalian tersenyum dan membawa diri. Tapi setelah dilepas, kalian akan jadi jauh lebih percaya diri dari sebelumnya.

Untuk memastikan pengalaman memasang kawat gigi berjalan dengan baik, sebaiknya memilih klinik terpercaya seperti AUDY Dental. Tenaga profesional akan membantu kalian mulai dari saat konsultasi hingga perawatan setelah melepas kawat gigi.

Kapan Waktu Terbaik Untuk Memperbaiki Gigi

Pertama, kalian  perlu tahu tentang pertumbuhan gigi dan juga masalah yang mungkin timbul. Ada banyak orang yang beranggapan semakin awal memasang kawat gigi, hasilnya akan semakin baik. Selain itu, jika pertumbuhan gigi terlanjur tidak teratur saat dewasa, maka kawat gigi tidak bisa banyak membantu.

Akan tetapi, braces juga sebaiknya tidak digunakan ketika masih memiliki gigi susu. Kalian perlu berkonsultasi langsung dengan Orthodontist untuk tahu kapan waktu yang tepat untuk memasang kawat gigi.

Menggunakan kawat gigi setelah dewasa juga bukan satu hal yang tabu. Tapi, karena usia gigi, umumnya penggunaan braces bagi orang dewasa tidak selama di masa anak-anak dan remaja. Dan tentu saja, hasilnya juga tidak semaksimal kawat gigi saat remaja.

Waktu terbaik untuk memperbaiki masalah gigi adalah segera setelah diketahui penyebabnya. Karena itu, kalian tidak boleh melewatkan kesempatan untuk mengatur pertumbuhan gigi jadi lebih rapi.

Tentu saja, kalian harus berkonsultasi dengan dokter gigi terlebih dahulu. Karena kondisi tiap orang berbeda-beda, sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda juga. Seperti misalnya, ada orang yang harus menggunakan kawat gigi selama lebih dari 7 tahun, sementara saudaranya hanya perlu 4 tahun saja.

Fisiologis Ekspresi Wajah dan Karir

Ada lebih dari 20 otot di wajah yang mengatur berbagai gerakan organ wajah. Mulai dari gerakan hidung saat bernapas hingga ketika tersenyum atau bahkan menguap dan mengernyit. Di antara semua kegiatan itu, tersenyum hanya membutuhkan 17 otot saja, dan termasuk sebagai kegiatan yang paling ringan.

Ukuran dan letak yang berbeda membuat tiap otot wajah memiliki tugas yang sangat spesifik. Bahkan sebenarnya, tidak butuh berkontraksi cukup banyak untuk memberikan kesan yang ramah dan percaya diri. Tapi, memang bisa jadi melelahkan jika harus terus tersenyum sepanjang waktu.

Untungnya, kalian bisa melatih otot wajah agar terlihat ramah walaupun dalam keadaan rileks. Otot wajah yang sudah terlatih akan membuat kalian jadi lebih percaya diri. Bahkan, banyak konsultan karier yang setuju bahwa terlihat ramah dan terbuka di tempat kerja bisa membuka jalan untuk promosi.

Menyadari berbagai ekspresi wajah yang dimiliki adalah aset penting di dunia kerja. Kalian bisa memberikan keramahan yang sama rata bagi semua orang. Selain itu, senyuman ini juga memudahkan rekan dan kolega saat berkomunikasi.

Senyuman dan Kesehatan Mental

Dampak positif dari tersenyum bukan hanya rasa percaya diri, tapi juga menunjukkan kepercayaan dan ketulusan. Bagi orang lain, senyuman kalian bisa membuat mereka lebih bahagia.

Bahkan, senyuman ini dimanfaatkan oleh media sosial dalam membangun algoritma yang menarik banyak interaksi. Konten yang memiliki unsur komedi atau membuat tertawa akan mendapatkan banyak perhatian. Lewat fitur interaksi seperti memberikan emoji untuk menandakan suka, algoritma akan merekomendasikan konten serupa pada pengguna.

Beberapa peneliti dari Universitas Tokyo melakukan percobaan dengan aplikasi yang dibuat khusus. Lewat aplikasi ini, senyuman pengguna dianggap sama seperti berinteraksi dengan emoji.

Hasilnya adalah senyuman memberikan lebih banyak interaksi positif dengan aplikasi. Juga ada afirmasi positif yang dirasakan pengguna sehingga mereka juga merasa ikut dilibatkan di dalam konten.

Tentu saja, ada banyak variabel yang mempengaruhi penilaian aplikasi, terutama ekspresi wajah pengguna. Senyuman kecil atau senyuman tipis sering tidak dikenali program. Tapi secara umum, penelitian awal ini membuktikan secara empiris bagaimana senyuman bisa membuka interaksi.

Setiap orang memiliki ekspresi wajah yang berbeda-beda sesuai dengan suasana hati. Akan tetapi, semua orang juga bisa sepakat seulas senyuman bisa membuat suasana hati diri sendiri dan juga orang sekitar jadi jauh lebih baik.

Miliki senyum penuh percaya diri lewat perawatan gigi di klinik AUDY Dental. Dibantu dengan Orthodontist profesional dan berpengalaman, kalian bisa mulai dengan berkonsultasi untuk tahu treatment terbaik sesuai dengan kondisi kesehatan rongga mulut.

Sumber:

  • https://time.com/3757223/facial-expression-work/
  • https://debrabenton.com/blog/controlling-facial-expressions-at-work/
  • https://dl.acm.org/doi/10.1145/3748823
  • https://my.clevelandclinic.org/health/body/21672-facial-muscles